UNIPMA dan Pemkab Madiun Perluas Akses Pendidikan untuk Bangun Masa Depan
Universitas PGRI Madiun - Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) mendorong perluasan akses pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui layanan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas PGRI Madiun yang menyediakan sejumlah skema bagi masyarakat dan alumni untuk melanjutkan pendidikan.
Sinergi tersebut mengemuka dalam kegiatan Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Universitas PGRI Madiun dan Ikatan Alumni Universitas PGRI Madiun di Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Selasa (11/8), kemarin. Kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk mendorong masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto mengatakan dalam wawancaranya perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Karena itu, program pendidikan perlu terus diselaraskan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi penting untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar H. Hari Wuryanto.
Dalam konteks perluasan akses tersebut, Biro PMB Universitas PGRI Madiun menyediakan jalur yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa dengan latar belakang dan kebutuhan berbeda. Salah satunya melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi pendaftar yang telah memiliki pengalaman kerja atau pembelajaran sebelumnya.
Kepala Biro PMB Universitas PGRI Madiun, Dr. Candra Dewi, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengalaman tersebut dapat direkognisi sesuai ketentuan dan dikonversi menjadi SKS. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi dengan beban yang lebih sesuai dengan hasil rekognisi.
“RPL memungkinkan pengalaman kerja dan pembelajaran sebelumnya direkognisi sehingga masa studi dapat lebih singkat,” ujar Dr. Candra Dewi, S.Pd., M.Pd, Jumat (28/8), kemarin.
Universitas PGRI Madiun juga menawarkan model hybrid learning untuk Program Doktor (S3) Pendidikan. Pola tersebut ditujukan untuk memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa yang tetap menjalankan aktivitas pekerjaan selama menempuh pendidikan.
Dari sisi pembiayaan, PMB Universitas PGRI Madiun menyediakan potongan 30 persen BPI bagi alumni. Terdapat pula skema cicilan bulanan serta ketentuan potongan biaya bagi anak alumni yang memenuhi persyaratan.
Selain proses pendaftaran, PMB membuka layanan konsultasi dan pendampingan, mulai dari penyiapan dokumen, konversi SKS, hingga proses rekognisi pembelajaran.
“Pendampingan dilakukan sampai calon mahasiswa menyelesaikan proses dan ditetapkan sebagai mahasiswa Universitas PGRI Madiun,” tambah Dr. Candra Dewi, S.Pd., M.Pd.
Melalui skema tersebut, perluasan akses pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah mahasiswa, tetapi juga memberi pilihan jalur pendidikan yang lebih sesuai bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas SDM dan pembangunan pendidikan di Kabupaten Madiun.



